About DAG


Visi dan misi DAG adalah menjadi ruang berbagi informasi desain aplikatif berkelanjutan bagi masyarakat khususnya masyarakat kampung dan atau masyarakat menengah ke bawah di Indonesia. DAG sendiri akan menjadi ruang paripurna yang bergerak dalam ruang maya hingga ruang faktual yang seluruhnya didedikasikan bagi masalah pemberdayaan masyarakat melalui desain dan arsitektur

Memberi sumbangsih kepada diskursus dan praktik pemberdayaan masyarakat utamanya masyarakat kampung dan atau menengah ke bawah melalui desain dan arsitektur yang tepat dan kontekstual dalam lingkup alam budaya Indonesia serta lingkup isu dan fakta desain berkelanjutan (sustainable design)

”membagikan ilmu desain praktis dan aplikatif dengan konsentrasi desain berkelanjutan dengan teknologi sederhana (low technology) utamanya pada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan dan berharap bermuara pada penyebaran secara viral perubahan pada seluruh kelompok masyarakat”.

=======================================

Tentang DAG (LOGO ) dan mengapa  www.dagedubrag.org

Ingat, bahwa DAG adalah singkatan dari Design as Generator – Desain sebagai Generator. Di dunia DAG desain bekerja seperti sebuah generator, membangkitkan energi dan mentransformasi energi yang diciptakannya menjadi terang bukan untuk dirinya tapi untuk yang lain.

ABOUT DAG (LOGO ) and why www.dagedubrag.org

First of all please remember DAG stands for Design as Generator.
It will works like a generator, building up energy and transform the energy to light others.

Tentang LOGO DAG

Tentang DAG 01

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang LOGO DAG 02

Tentang DAG 02

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang LOGO DAG 03

Tentang DAG 03

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentang LOGO DAG 04

Tentang DAG 04

 

 

 

 

 

 

 

 

Demikianlah desain dalam bayangan kami bekerja, seperti sebuah generator dan menyebar menular seperti virus dari satu individu atau tempat, ke individu atau tempat lain hingga semuanya terjangkiti desain. Kami membayangkan desain sebagai organisme hidup, bekerja seperti jejaring laba-laba, sebagai penghubung, yang memberi pengaruh, menggodok bahkan menjadi inspirasi bagi yang lain. Kami membayangkan desain sebagai virus, menyebar dengan dahsyat, memaksa orang untuk mengubah cara hidup mereka karena itulah satu-satunya obat penyembuh.

Dalam dunia DAG, desain sudah semestinya praktis dan aplikatif. Desain harus kembali pada esensinya: memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup manusia. Dalam dunia DAG desain tak pernah hadir  secara eksklusif, desain hadir untuk melayani, desain ada dan berguna bagi yang lain, desain membangkitkan desain yang lain.

Dan kita, desainer adalah inisiator, inventor dan operator dari generator kehidupan ini.

Tapi…

Bagaimana sebenarnya membangun kesadaran?

Bagaimana membuat orang berubah dan mau merubah carapandang dan gaya hidupnya?

Bagaimana sebenarnya membuat perubahan yang cepat, tepat dan akurat dalam konteks komunitas, dalam konteks pemberdayaan masyarakat?

Bagaimana membuatnya menyebar seperti virus yang dahsyat dan ganas?

Work smart, work contextually.

DAG harus memiliki kendara viral-nya dan untuk itu kita harus work smart dan work contextually (melihat kondisi dan waktu dimana DAG lahir). Maka kami memilih untuk memanfaatkan perkembangan dunia virtual dan kekuatan dari jaringan sosial-nya. Ini adalah konteks masa DAG, dan melalui inilah DAG akan dapat bekerja dengan cepat, menyebar seperti virus yang dahsyat dan ganas. Maka kami (;Martin L Katoppo, Ruth E Oppusunggu, Phebe Valencia and Rakyan Tantular – check our cv) ber-empat yang bersama-sama memiliki perhatian terhadap desain berkelanjutan yang aplikatif serta mampu memberdayakan masyarakat, kemudian membangun DAG website: www.dagedubrag.org.

 

DAG: Design as Generator working like a generator and spreading like a virus

Source: Katoppo.Opusunggu, 2012, 2013
That is how design works like a generator and spreading its virulent effect to one another until everyone is affected by design. We imagine design as living organism, like a spider web, connect, influence, stir up and inspire other lives. We imagine design as virulent virus, spreading ferociously, and forcing people to change their life’s perspective as if it was their only way to be cured.

In the world of DAG, design should be practical and applicable as it served its own goal: to enhance the quality of human life. In the world of DAG design where never meant for building its exclusiveness but rather design meant for others than itself: design serves, design generate,

Thus we, designer are the initiator, inventor and the operator of this (life) generator.

But…
How to build awareness?
How to make a fast, rapid, accurate change within the context of community?
How to make it viral?

Work smart, work contextually.
Answering these questions, we opt to work smart and contextually: make the best of virtual world progressive development. Why? Fast and viral could only be achieved through the power of virtual social network. Acknowledging this idea, DAG then evolved as group of persons (Martin L Katoppo, Ruth E Oppusunggu, Phebe Valencia and Rakyan Tantular – check our cv) that share the same interests in applicative sustainable design and community empowerment, developing the DAG website www.dagedubrag.org with its logo:

DAG Logo

DAG Logo

Logo ini adalah akronim dari (D)esign (a/A)s (G)enerator.

DAG_designHuruf D, menunjukkan symbol pohon di dalamnya, yang berarti bahwa kami memiliki perhatian khusus untuk desain (dan pertimbangan-pertimbangan) keberlanjutan(nya).

 

 

 

 

 

 

DAG_activityHuruf A dibuat lebih kecil dari huruf yang lain, menyimbolkan 2 makna; yang pertama ia melayani sebagai konektor dalam deretan DaG – artinya desain melayani dan berfungsi sebagai konektor; dan yang kedua karena lebih kecil dari yang lain, huruf A justru menjadi lebih kentara keberadaannya disebuah pusat. A di pusat. A sebagai fokus. A sebagai huruf pertama, alpha, yang berarti fokus kami adalah segalanya, nomor satu, kami tak menginginkan kurang dari itu.

 

 

 


DAG_generatorHuruf terakhir G,
memiliki roda bergerigi mesin – yang jelas menunjukkan kerja mesinsebuah Generator. Ini juga berarti fungsional, desain yang aplikatif. Huruf G dan roda gerigi mesin juga membentuk satu lingkaran penuh di bagian dalamnya, yang berarti bahwa minat kami adalah pada desain yang bekerja penuh, aplikatif, fungsional dan tepat guna dengan konteks situasi dan kondisinya.  Dan apabila kami berhasil kita dapat berharap pada hari yang cerah – cara lain melihat roda gerigi mesin itu sebagai setengah matahari. Namun hanya setengah karena untuk kami proses selalu akan terjadi dan berjalan terus. Arti lain dari roda gerigi mesin ini adalah perhatian kami yang lain: pemberdayaan masyarakat. Kami sedang tidak menyandar ke arah ‘kiri’, yang kami maksud adalah semangat untuk membuat desain sebagai kampiun, mesin untuk memberdayakan masyarakat.

Singkatnya, saat melihat logo ini, anda akan melihat  minat dan perhatian kami terhadap desain berkelanjutan yang aplikatif serta yang mampu memberdayakan masyarakat.

Tapi kenapa dagedubrag? Kami menginginkan nama yang akrab di telinga masyarakat Indonesia, namun juga tetap membawa esensi DAG, karena website ini akan pertama-tama melayani komunitas anak negeri, lalu baru membuka wawasan ke panggung manca negara. Maka yang pertama kali kami lakukan adalah mencari padanan Indonesia yang sama dengan akronim DAG (mis: Desain + Aksi = Gebrakan; Desain, Aplikasi, Gagas; lalu banyak alternatif untuk huruf G, seperti Garba yang berarti embrio, atau Gatra yang berarti bentuk, atau Garib yang berarti spesifik, eksotik dan seterusnya…), namun tak satupun yang memuaskan. Lalu saat itu anak kami yang berusia 5 tahun bermain-main dengan kata DAG dan menggumamkan dagedubrag, berpura-pura seperti suara sesuatu yang sedang jatuh ke tanah. Voila! Inilah nama yang kami cari! Konotasi suara tumbukan dalam istilah Indonesia, yang juga menggambarkan DAG forever creative moments, kondisinya yang nyata dan aplikatif praktis serta elemen kejutan yang selalu dimilikinya. Nama ini kami rasa cukup akrab dan mudah bagi masyarakat Indonesia, khususnya golongan marjinal dan komunitas menengah (ke bawah) yang menjadi sasaran utama DAG, cukup aneh bagi pengguna manca negara dan kaum muda; sehingga nama ini dapat membangkitkan kreatiftas dan rasa keingintahuan anda para pengguna bagi web kami. Lagipula (; kami pikir) nama ini cukup gaul ;)

Membangun website DAG pada kahirnya akan melayani seluruh tujuan utama DAG yang tertulis dalam visi-misi DAG dalam web ini, yaitu:

Adalah menjadi ruang berbagi informasi desain aplikatif berkelanjutan bagi masyarakat khususnya masyarakat kampung dan atau masyarakat menengah ke bawah di Indonesia. DAG sendiri akan menjadi ruang paripurna yang bergerak dalam ruang maya hingga ruang faktual yang seluruhnya didedikasikan bagi masalah pemberdayaan masyarakat melalui desain dan arsitektur

  1. Memberi sumbangsih kepada diskursus dan praktik pemberdayaan masyarakat utamanya masyarakat kampung dan atau menengah ke bawah melalui desain dan arsitektur yang tepat dan kontekstual dalam lingkup alam budaya Indonesia serta lingkup isu dan fakta desain berkelanjutan (sustainable design)

Yang akhirnya:

”membagikan ilmu desain praktis dan aplikatif dengan konsentrasi desain berkelanjutan dengan teknologi sederhana (low technology) utamanya pada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan dan berharap bermuara pada penyebaran secara viral perubahan pada seluruh kelompok masyarakat”

 

Logo DAG: Design as Generator
Source:www.dagedubrag.org, 2013
The Logo stands as an acronym of (D)esign (a/A)s (G)enerator.

The letter D, showing tree inside it, meant our common interests for design and its sustainability consideration.

The letter A is smaller than the other letter, symbolizing two meanings, first it serve as connection – thus design serve and connect; second by making the letter smaller, its emphasize the center, the letter itself. A is in the center. A is in the focus, A is the first letter, alpha, thus it meant our focus is number one, we want nothing less.

The last letter G, have this mechanical grinder – from the very obvious it meant machine like – A Generator. It also meant functional – applicative design. The letter G and its grinder form a full complete circle inside, meant that our interests are in design that are complete, applicative and working functionally and properly according to its context and situation. And if we succeed we can hope for a sunny day – look at the grinder; you can also look at it as a half sun. But only half meant the process will keep going on. The grinder also meant for our other interests – empowerment, especially community empowerment. We are not aiming for leftist symbol, but the grinder served as grinder served as a spirit of making the design as the champion, as the machine that empower people.

All in all, what you see in our logo meant our interests in applicative sustainable design and how to make design worth for others – our interests in community empowerment.

But why dagedubrag? We wanted the name that is first of all Indonesian friendly, but still carried on the essence of DAG, because the website will serve first to Indonesian communities and later to International stage. Then we tried to find the same Indonesian acronym for DAG (i.e: Desain + Aksi = Gebrakan; Desain, Aplikasi, Gagas; and then many alternatives for the G, like Garba means embryo, or Gatra means form, or Garib means peculiar, exotic and so on…), but none were satisfying. Then our son, 5 years old at that time toying with DAG, and hummed dagedubrag, pretending it was a collision sounds. Voila! That is the name we are looking for! A collision sound, when something was falling into the ground in Indonesian, that also meant and implying DAG always creative moments, practical condition and forever elements of surprise. It was Indonesian friendly especially to marginal or poor communities, weird enough for International users and younger generation users, thus it served our creative aiming and hopefully poking you and other users curiosities about our website. Besides (; we think) it was catchy ;)

Developing website will serve all the DAG intentions, written as the website vision and mission:’To become a leading low technology sustainable applicative design research and information sharing website discussion room dedicated especially to middle-low communities empowerment in Indonesia, but in the end have virulent effects for all communities no matter what the background are’.
Acknowledgement: Ade Maradona – Graphic Designer of DAG Logo, Artventure Design Studio Principal

Source:
www. dagedubrag.org/about DAG
Martin L. KATOPPO & Ruth E.OPPUSUNGU,”Design as Generator-Case Study: 200 RumahBesi,” in Proc. Artepolis4 International Conference, School of Architecture, Planning and Policy Development, ITB, Bandung, 2012, pp.131-140
Martin L KATOPPO,”Design as Generator-Specific Indonesian Sustainable Design Approach and its Implementation for Community Empowerment- Case Study: RumahBesi, Kampong PondokPucung, Tangerang, Banten, Indonesia,”unpublishedPh.D proposal to Faculty of Creative Industries, School of Design, Dept. of Architecture, Queensland University of Technology, Brisbane, Australia, 2012, PP.2
Martin L KATOPPO & Ruth E OPPUSUNGGU (2013), “What is and Why Design as Generator?”-International Conference on Creative Industry (ICCI) 2013, Department of Industrial Design, ITS, Surabaya, 2013. Full paper will be published on 13th November 2013.