APA ITU ‘NABUNG AER’? 1


Nabung Aer™ adalah program yang diinisiasi DAG dengan tujuan utama mengajak masyarakat berpartisipasi dan pro-aktif mengatasi permasalahan banjir dan kekeringan.Sebuah ironi yang terus menerus kita hadapi di Indonesia, utamanya kota-kota besar seperti Jakarta adalah pada saat musim hujan mengalami musibah banjir, sedangkan saat musim kemarau mengalami kekeringan dan kesulitan sumber air bersih.

NabungAer Logo

NabungAer Logo

Keadaan ini diperparah dengan RTH (Ruang Terbuka Hijau) yang minim, pembangunan yang tak terkendali, kebiasaan membuang sampah sembarangan yang masih terus terjadi dan menganggap bahwa permasalahan-permasalahan tersebut melulu hanya urusan pemerintah saja. (lihat teaser) Bagi DAG yang paling penting justru adalah bagaimana kita sendiri, sebagai anggota masyarakat kemudian berusaha dan mencoba mencari solusi secara pro-aktif berusaha untuk mengatasi permasalahan tersebut.

DAG melihat bahwa permasalahan ini sesungguhnya dapat di atasi dengan cara menabung air hujan yang melimpah di musim penghujan ke dalam tanah untuk kemudian menjadi cadangan air tanah kelak di musim kemarau. Solusi yang DAG tawarkan adalah dengan membuat lubang Biopori –sebuah solusi yang sudah disuarakan sejak beberapa tahun silam dan telah menjadi salah satu program kerja pemerintah khususnya Kementerian Lingkungan Hidup (- Jakarta misalnya diperkirakan oleh Kementerian LH membutuhkan 500,000 lubang Biopori, Tangerang Selatan membutuhkan 30,000 lubang Biopori dan seterusnya). (-lihat poster)

Anda bisa lihat pada slide kami, silahkan klik disini.

 

SEKILAS TENTANG LUBANG BIOPORI
Lubang Biopori adalah lubang sedalam 1.00 m dengan diameter + 10cm (atau setara pipa 4’) yang sengaja dibuat ke dalam tanah dan berfungsi sebagai lubang penyerapan air hujan dan dapat digunakan sebagai wadah sampah organik. Ide tentang Lubang Biopori sesungguhnya meniru proses alami penyerapan, pelapukan dan pembusukan di lantai hutan. Lubang Biopori (t. 1.00m d.10cm) akan mampu meningkatkan daya resapan air oleh tanah 1/3 m2 (3140 cm2). Ini artinya lubang Biopori akan mengurangi bahaya banjir (genangan yang terjadi akan cepat terserap ke dalam tanah) dan menambah cadangan air tanah saat kemarau. Sebagai wadah sampah organik, lubang ini akan mengubah sampah tersebut menjadi kompos – melalui proses pembusukan alami oleh organisme tanah, yang kemudian juga akan memelihara biodiversitas tanah. Secara tak langsung penanggulangan sampah secara alami ini juga akan mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2 & metan). Lubang Biopori memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah & akar tanaman sehingga kemampuan peresapan tanah terjaga tanpa campur tangan manusia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Poster tentang Lubang Biopori

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikut adalah urutan teaser yang kami tampilan selama delapan hari secara bergantian..

Teaser 4: Itu urusan pemerintah aja

Teaser terakhir: Itu urusan pemerintah aja

 

 

 

 

 

 

 

 

Teaser 3 : bangun gedung yang banyak

Teaser ke-3 : bangun gedung yang banyak

 

 

 

 

 

 

 

 

Teaser 2 :  buang aja di kali

Teaser ke-2 : buang aja di kali

 

 

 

 

 

 

 

 

Teaser 1: gak perlu ada taman deh

Teaser pertama: gak perlu ada taman deh

 

 

 

 

 

 

 

 

Teaser pertama menggugah kita, “kalo gitu gak perlu ada taman deh” jadi tidak perlu ada area resapan air sehingga air hujan dibiarkan saja mengalir tidak ditangkap. Maka pada musim kemarau kita akan kekurangan air.

Teaser kedua menggugah kita, “sampah buang aja ke kali” jadi sumber air menjadi kotor dan menyebabkan ‘sumbatan’ ditempat-tempat tertentu sehingga pada musim hujan menjadi banjir.

Teaser ketiga menggugah kita, “bangun gedung aja yang banyak” jadi tidak ada lahan sebagai resapan dan air tanah akan dieksploitasi untuk kegunaan manusia tanpa memikirkan cadangannya.

Nah..teaser terakhir menjadi penutup. Kita selalu menganggap dan menunjuk bahwa banjir, kekeringan, sampah, cadangan air  menjadi urusan pemerintah padahal itu semua urusan kita bersama. Kita wajib untuk menanggulanginya dan berhak atas air bersih baik pada musim hujan ataupun kemarau.

Setujukah anda?

Jika setuju, mari bersama-sama kita giatkan membuat lubang biopori di daerah anda. Kami dari DAG akan senang bersama anda membuat lubang biopori di kampung anda dalam gerakan kami ‘Nabung Aer” 100 Biopori setiap Kampung. Jika kampung anda jauh, anda bisa menggalang masyarakat sekitar untuk mencontoh gerakan kami atau anda bisa turut berpartisipasi dengan berDONASI untuk 100 Biopori di daerah lain.

Proyek inisiasi Nabung Aer 100 Biopori kami berada di Kampung Pondok Pucung, Bintaro, Tangerang Selatan, yang rencananya akan diadakan pada hari Sabtu, tanggal 28 Februari 2015, dimulai pada jam 09.00 WIB. peta:

http://goo.gl/maps/5ezCE

Jika anda ingin membantu dengan berdonasi kami sangat berterimakasih. Donasi yang kami tawarkan adalah Rp. 90.000,- per lubang Biopori, yaitu terdiri dari 1 bh pipa PVC 4′ sepanjang 1 m, 1 sendok besi kompos, dan 1 tutup lubang berupa rooster/tutup pipa jamur 4′.

Anda dapat berDONASI melalu rekening kami, Bank BCA dengan no acc. 6800344091 atas nama Rakyan Tantular dan Martin L Katoppo.

Semua hasil DONASI akan kami tampilkan secara transparan pada website kami dibawah ini.
DATA DONASI

No Name Date Jml. Biopori
1 Lorly Isabella 12/02/2015 3
2 Lorly Isabella 13/02/2015 2
3 Tony Sofyan (DAUN) 13/02/2015 55
4 Stefano 14/02/2015 5
5 Clarissa – Martin – Hansen 16/02/2015 3
6 Kuntara W 18/02/2015 1
7 Elya K Wibowo 18/02/2015 1
8 Muliati Tjahja 19/02/2015 5
9 POKA HMDI UPH 23/02/2015 15
10 Ernst Katoppo 24/02/2015 5
11 Julia Dewi 25/02/2015 2
12 Himpunan Mahasiswa Desain Interior UPH (HMDI) 25/02/2015 3

 

Ulasan dan pertanggung-jawaban kegiatan NabungAer 1.0 kami dapat dilihat pada tautan berikut ini:

NabungAer di Pondon Pucung


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


+ 9 = fifteen

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

One thought on “APA ITU ‘NABUNG AER’?