Menabung Kebaikan di Kampung Pondok Pucung


NABUNG AER ™ 1.0:

Menabung Kebaikan di Kampung Pondok Pucung, Tangerang Selatan

Martin L Katoppo – Tim DAG

DAG-DT HCD Workshop & ACTION SERIES 5 - Start Desember 2014 sd Puncak Acara 28 Februari 2015, 200 Rumah Besi, Untuk warga RT 05 & 06, RW 02, Kampung Pondok Pucung, Tangerang Selatan.

Tim DAG, Jurusan Desain Interior & Jurusan DkV, SoD, UPH, Himpunan Mahasiswa Desain Interior (HMDI) – Pondok Kasih, SoD, UPH, para donatur, pendukung, segenap warga utamanya para Bapak dan anak muda RT 05 & 06, RW 02, Kampung Pondok Pucung, Tangerang Selatan

Halo DAGgers,

NabungAer Logo

NabungAer Logo

Artikel ini kami persembahkan untuk DAGgers sebagai pengingat kembali kegiatan DAG: Nabung Aer™ yang sudah pernah kami lakukan sebelumnya. Kegiatan Nabung Aer™ ini digagas oleh tim DAG yang awalnya datang dari Ruth (DAG Founder cek cv lengkap Ruth E Oppusunggu). Ide ini adalah ide khas DAG: berbuat ‘desain’ yang bermanfaat secara nyata bersama masyarakat dengan tujuan efeknya bisa menular dengan cepat untuk semua, namun kali ini sasarannya seluruh Indonesia dan dari Indonesia untuk dunia. Idenya sederhana: membuat lubang Biopori. Lubang Biopori ini mengadopsi sistem lubang biopori yang sudah dikembangkan oleh IPB (Institut Pertanian Bogor) yang berfungsi sebagai solusi mudah untuk: (a) menghadapi curah hujan yang besar di musim penghujan, utamanya untuk mempercepat penyerapan genangan air – dan harapannya sebagai bonus air hujan yang terserap ke dalam kelak dapat menambah cadangan air tanah di musim kemarau nanti; (b) sistem pengelolaan sampah domestik organik – yang melalui pengukuran dapat mengurangi beban sampah domestik sebesar 39,89%. Lubang biopori DAG memodifikasi model lubang biopori IPB dengan menambahkan centong pemanen sampah yang diberi nama centong Hasan (– sesuai nama tukang yang merealisasikan ide DAG) sehingga proses pemanenan sampah organik yang telah berubah menjadi kompos dalam selang waktu 3 bulan (- proses pembusukkan dapat dipercepat dengan menggunakan bahan pengurai artifisial sehingga dapat dipanen dalam waktu 1 bulan). Tentang kegiatan Nabung Aer™ sendiri bisa dilihat secara lengkap di tajuk utama website DAG ( www.dagedubrag.org ) dan FB Fan Page Design as Generator.

Nabung Aer™ 1.0 (- selanjutnya disebut NA 1.0) dilaksanakan di Kampung Pondok Pucung, Tangerang Selatan lingkungan RT 05 dan 06, RW 02. Inisiasi NA 1.0 diawali sejak bulan Desember 2014 dengan kegiatan internal DAG menyempurnakan desain lubang Biopori DAG, merancang program, budget, skema donasi (crowd funding, CSR – Coorporate Social Responsibility dan lain-lain) dan merancang kampanye kesadaran (awareness campaign) serta kampanye donasi (donation campaign – dalam hal ini DAG bekerja sama dengan Unithree).

Akhir Januari 2015 kampanye dimulai di media sosial yang berujung pada terkumpulnya pembiayaan yang dibutuhkan dari para donatur untuk pelaksanaan NA 1.0 ini. DAG sangat berterima kasih atas kebaikan para donatur yang telah menyebabkan mungkinnya terlaksana NA 1.0. Donasi yang terkumpul digunakan untuk penyediaan bahan dasar lubang biopori – seperti pipa 4’, centong hasan, tutup rooster, semen dan pasir. Selain itu donasi juga digunakan untuk menyediakan bor biopori.

Bulan Februari 2015 tim DAG mulai membuka diskusi dengan stakeholder warga Kampung Pondok Pucung, Tangerang Selatan khususnya warga RT 05 dan 06, RW 02. Melalui Ketua RT 05, Bapak Ahmad Nawiri dan ketua RW 02 Bapak Syarifudin tim DAG menyepakati dan mendata jumlah, lokasi dan warga yang akan berpartisipasi dalam kegiatan NA 1.0 ini (ada 44 KK di RT 05 dan 06, RW 02 yang mendapatkan masing-masing 2 lubang biopori di sekitar area huniannya dan 12 lubang biopori akan dipasang sebagai fasum). Tanggal 21 Februari 2015 tim DAG kemudian mengadakan pertemuan dengan warga di markas DAG, 200 Rumah Besi untuk melakukan penyuluhan dan pembagian bahan dasar lubang biopori. Penyuluhan diberikan untuk mensosialisasikan pengetahuan tentang lubang biopori serta manfaat dan kegunaannya – yang juga dilanjutkan dengan pengamatan langsung contoh lubang biopori yang usdah ada sebelumnya di markas DAG 200 Rumah Besi. Partisipasi warga sudah mulai dilakukan di tahap ini, yaitu dimana warga mengisi kuesioner pre-test untuk mengukur karsa, asa dan rasa warga tentang lingkungannya dan pengetahuan warga tentang kegunaan lubang biopori sebelum intervensi NA 1.0 dilaksanakan. Selain itu bahan dasar pipa PVC 4’ diberikan secara utuh (4m) kepada warga untuk kemudian dipotong sepanjang 1m dan dilubangi sekujur tubuh pipa dengan rentang jarak 10cm. Pengerjaan persiapan ini dilakukan warga 1 minggu sebelum hari H dan diawasi pelaksanaannya oleh tim DAG serta Pak RT 05 dan Pak RW 02. Sepanjang minggu tampak warga antusias mengerjakan persiapan pipa biopori – tampak juga kreativitas warga dalam melubangi pipa selain dengan alat bor – misalnya dengan paku yang dipanaskan atau membuat sayatan dengan gergaji.

Tanggal 28 Februari 2015 acara NA 1.0 pun mulai! Pembuatan 100 lubang biopori untuk sesama ini dilaksanakan secara beregu yang terbagi menjadi 10 kelompok yang setiap kelompoknya beranggotakan 4-5 KK. Tim DAG sendiri dibantu oleh mahasiswa/i HMDI (Himpunan Mahasiswa Desain Interior), School of Design, UPH dalam pelaksanaannya, selain juga para dosen dari Jurusan Desain Interior dan Desain Komunikasi Visual. Beberapa donatur bahkan juga datang untuk berpartisipasi aktif membantu membuat lubang biopori DAG. Suasana semakin ramai ketika pembukaan acara dihadiri dan diresmikan oleh Lurah Pondok Pucung dan tokoh warga setempat, Pak Haji Ahmad. Warga bersemangat dan bergembira saat mengerjakan 100 lubang biopori ini bahu membahu dengan tim DAG, para mahasiswa/i HMDI, SoD, UPH dan donatur. Tepat jam 10.00 pengerjaan dimulai dan pada pukul 15.00 seluruh penggalian lubang biopori dan pemasangan pipa selesai dikerjakan, namun belum semua selesai membuat finisihing tutup lubang untuk dudukan rooster (-penyelesaian secara penuh 100 lubang biopori ini dilakukan secara aktif oleh warga pada keesokan harinya, tanggal 01 Maret 2015 secara mandiri). Tampak pada kegiatan tersebut kreativitas warga yang membuat lubang biopori dengan cara lain – misalnya menggunakan batang bambu yang ujungnya dibilah yang berguna untuk mengangkat tanah saat batang bambu tersbeut ditusukkan ke dalam tanah. Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan pembagian hadiah berupa tanaman bagi kelompok yang tercepat dan terkompak. Secara khusus tim DAG juga mengucapkan terima kasih kepada The Jakarta Post yang telah meliput kegiatan hari itu (lihat di: Jakarta Post ). Hari itu berakhir dengan senyum dan tawa karena semua orang yang terlibat telah berbuat sesuatu untuk bumi dan lingkungannya! Foto-foto bisa dilihat di galery kami

Oya kalau mau melihat seperti apa lubang biopori DAG di NA 1.0 sekarang ini, nah bisa lihat juga video buatan anak-anak JIS yang di-attach pada artikel ini. Bulan September ini tim DAG hendak mengevaluasi dan memperbaiki beberapa kesalahan dan kelemahan pemasangan lubang biopori DAG di Kampung Pondok Pucung – sekaligus mengaktivasi setiap lubang biopori NA 1.0 DAG di sana menjadi tempat pengolahan kompos secara serius dengan tujuan membuat sistem ekonomi kolaboratif bersama warga Kampung Pondok Pucung untuk bertani kompos. Jadi, sampai jumpa di DAG Action berikutnya, sebagai bentuk nyata upaya pemberdayaan masyarakat melalui Desain! Ayo bersama DAG membuka lembaran baru, lembaran kehidupan yang berkelanjutan!

Adapun laporan pertanggung-jawaban kami atas kegiatan tersebut diatas dapat anda lihat pada attachment (lampiran) berikut ini:

Download the PDF file .

Berikut adalah para donator utk kegiatan di Kampung Perempatan Duren:

No Name Date Jml. Biopori
1 via Boyan 07/09/2015 5
2 via Lorly 07/09/2015 5
3 via Phebe 18/09/2015 8
4 Himpunan Mahasiswa Desain Interior UPH (HMDI) 21/09/2015 15
5 Himpunan Mahasiswa Desain Interior UPH (HMDI) 25/09/2015 4
6 Yayasan Daun 25/09/2015 55
7 Jakarta Intercultural School 25/09/2015 22

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


8 × = seventy two

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>